Hal ini perlu kiranya mendapat perhatian secara serius
dari para pasangan
calon Walikota – Wakil Walikota berikut timses nya. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal negatif dan
kecurangan dalam pelaksanaannya.
“Yang tentunya hal itu tidak kita inginkan terjadi” demikian disampaikan oleh
Nasrul Haida SE, yang merupakan salah seorang tim sukses dari salah satu
pasangan calon dalam pemilihan Walikota dan Wakil
Walikota Langsa kepada wartawan Atjehupdate.com, Sabtu (07/01-17).
“Artinya, dalam kesempatan ini saya
ingin mengingatkan kepada para kontestan,
karena kita semua tahu mereka anggota KIP itu sama seperti kita,
sama-sama manusia yang tentunya masih banyak
memiliki sifat lalai dan khilaf dalam menjalankan tugasnya” tambahnya.
Lebih lanjut Nasrul mengatakan, karena harus kita akui, dalam pesta
demokrasi seperti pesta
pilkada ini,
berbagai persoalan kelalaian biasa
terjadi dan dikhawatirkan
akan membawa dampak yang sangat fatal,
yang bisa-bisa berujung
terhadap menimbulkan konflik baru dan dapat meresahkan warga masyarakat Kota Langsa.
Menurutnya lagi, seperti terjadinya kekeliruan saat dilakukan penghitungan
suara baik dari tingkat TPS (tempat
pemungutan suara) sampai pada tingkat
Kecamatan. Hal inilah yang harus dijadikan salah satu indicator,
dan kandidat
harus benar-benar mengawasi terhadap proses tersebut secara teliti dan cermat.
Sehingga apapun hasilnya nanti, berbagai pihak bisa
menerima keputasan dari hasil penghitungan suara secara baik,arif dan
bijaksana. Sehingga kita tidak
saling curiga-mencurigai.
Ia juga mengingatkan, dalam pesta demokrasi tidak ada yang namanya pemaksaan
kehendak untuk memilih kandidat mana yang harus di coblos. Karena hal
ini adalah mutka menjadi penilaian masyarakat, biarkan mereka memilih sesuai hati
nurani, sehingga hasilnya benar-benar demokratis, siapapun yang menang nantinya,
itulah pemimpin pilihan masyarakat, tandasnya. [EFF/RED]

0 komentar:
Post a Comment