
LANGSA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) dari fraksi Gerindra meminta masyarakat agar jangan terprovokasi akibat adanya isu penggusuran warga yang tinggal di bantaran sungai dari Gampong Tengoh sampai Gampong Jawa.
Hal ini disampaikan Ilham Pangestu kepada Atjehupdate.com, Sabtu
(7/1/2017), di Langsa.
Menurut Ilham yang akrab disapa IP, isu penggusuran warga
bantaran sungai tersebut merupakan salah satu bentuk trik politik yang sengaja
dimainkan untuk membohongi masyarakat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Karena jika memang akan ada penggusuran oleh pemerintah
terhadap warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut, pihaknya sudah pasti
tahu," ujarnya.
"Jika warga akan digusur oleh pemerintah, sudah pasti
dimusyawarahkan dahulu," jelas Ketua Komisi IV DPRK Langsa.
"Saya berharap kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam
menyikapi penyebaran isu, karena tahun 2017 ini merupakan tahun politik,"
harapnya.
IP yang juga merupakan salah satu tokoh pemuda Kota Langsa
menambahka, bahwa jikalau ada rencana penggusuran, eksekutif dan legislatif
harus duduk rapat terlebih dahulu untuk membicarakan hal tersebut, tetapi
hingga kini kami dari pihak Legislatif tidak pernah membahasnya.
"Semua berita yang beredar di masyarakat itu semua
bohong," tegasnya.
"Saya dari kecil hingga besar tinggal di bantaran sungai,
jadi saya bisa tahu bagaomana rasa pahit getirnya kehidupan masyarakat yang
tinggal di lokasi tersebut," kisahnya.
"Jika pemerintah ingin melakukan penggusuran terhadap
masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tanpa ada kesepakatan antara kedua
belah pihak, saya akan menentangnya dan siap berjuang bersama
masyarakat," tandas IP. [Ad/RED]
0 komentar:
Post a Comment