Masa Cuti Petahana Selesai, Apa Yang Perlu Di Awasi ??!!

Rate this posting:
{[['']]}

Banda Aceh - Menjelang hari H Pilkada, 15 Februari 2017, the Aceh Institute (AI) menduga akan adanya peluang peningkatan pelanggaran pilkada baik yang dilakukan oleh kontestan maupun pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab (OTK).

Sebagai bagian dari upaya pengawasan tersebut, hari ini Selasa, (7/2/2017) bertempat Hermes Hotel, Banda Aceh. AI mengadakan kegiatan Multi Stakeholder Meeting (MSM) dalam format FGD. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta aktif yang merupakan representasi dari penyelenggara pemilu, pemerintah, GAKKUMDU, Tim Sukses, akademisi, Ulama, tokoh adat dan pegiat LSM.

Direktur Eksekutif Aceh Institute (AI) DR.Fajran Zain, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan diskusi ini untuk membicarakan apa yang akan terjadi petahana kembali lagi ke posisinya pada tanggal 13 nanti.

"Kami dari AI berharap pada diskusi kali ini kita semua bisa mengali secara  lebih mendalam terkait fenomena kembalinya Petahana ke posisi semula, dan dampak bagi proses pilkada kedepan, " ujar Fajran Zain kepada media.
Menurut Fajran Zain, kehadiran seluruh stakeholder dengan posisi dan kepakarannya dapat memberikan solusi serta pendapat untuk menyelesaikan hal - hal terkait.

Sementara itu Manager Survei Aceh Institute Rizkika Lhena Darwin menyebutkan bahwa dalam frame mengawal dan mewujudkan pilkada damai dan berkualitas, maka setiap tahapan dan proses pilkada harus sebisa mungkin meminimalisir potensi kekerasan yang ada, termasuk juga memperkecil ruang pelanggaran yang juga berpeluang dilakukan oleh para kandidat.

“Salah satu ruang yang perlu ikut diawasi adalah fakta akan kembalinya petahana ke kursi jabatannya 3 hari sebelum hari pemilihan. Fakta ini memberi ruang akan adanya potensi pelanggaran juga,” ujar Rizkika l Darwin kepada media.

Diskusi yang di pandu oleh akademisi Unsyiah Fakhrurrazi Amir dan narasumber Marini dari JPPR tersebut dimulai dengan mendengarkan paparan ter-update tentang kondisi pilkada terkini dari lapangan, baik temuan Tim AI selama satu bulan terakhir, KIP Aceh, dan Bawaslu Aceh, selanjutnya diikuti pemaparan pandangan peserta dan ditutup dengan penyusunan rekomendasi dan rencana tindak lanjut. 


Tampak hadir dalam diskusi Duek Pikee Pilkada tersebut yaitu DR.Sulaiman, SH,MH (Kabag Hukum dan perundang - undangan Setda Aceh, AKBP Alpian, SH (Kasubdit politik dari Dirintelkam Polda Aceh), Yarmen Dinamika (Wartawan Senior), selanjutnya 4 orang pejabat kedutaan besar Kanada dan Selandia Baru, pimpinan partai politik, LSM dan timses kandidat peserta pilkada Aceh 2017.[RED]
Share on Google Plus

About update atjeh

Atjehupdate.com - Media Tegas Berimbang

0 komentar:

Post a Comment