LANGSA - Sekitar
600 kk warga yang baru beberapa bulan menempati rumah kawasan relokasi Timbang
Langsa Kecamatan Langsa Baro, dilaporkan kesulitan untuk memperoleh air bersih.
Salah seorang warga relokasi Timbang Langsa Zulkifli (51 th), kepada Atjehupdate.com, Minggu (8/1) mengatakan, warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Selama ini warga terpaksa
membeli air bersih, seperti untuk minum,mandi,
mencuci serta keperluan lain. "kita terpaksa beli air bersih untuk
kebutuhan sehari-hari, karena tidak ada sumber air yang layak disini, ditambah
lagi dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, oleh karena hampir rata-rata warga
disini taraf hidupnya sangat susah" kata Zulkifli.
Dia menambahkan, bahwa sumber
air yang ada selama ini adalah air sumur galian dan sumur bor, namun air dari
sumber tersebut sangat tidak layak untuk dikonsumsi meskipun sudah disaring
beberapa kali, mata pedih dan badan gatal-gatal saat menggunakan air tersebut.
Dari amatan Atjehupdate.com,
hal ini sangat mungkin terjadi, oleh karena lokasi tersebut merupakan kawasan
perkebunan kelapa sawit selama puluhan tahun, dan sudah barang tentu banyak
mengandung bahan kimia seperti pupuk, racun tanaman dan lain sebagainya.
Dikatakannya, sebanyak 600 kk yang sudah menempati kawasan relokasi Timbang Langsa sejak 4 bulan lalu ini, belum mendapatkan sumber air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain fasilitas air bersih,
fasilitas umum lainnya juga tidak ada.
Sudah sepatutnya Pemko Langsa
memberikan perhatian serius kepada warga relokasi, dengan menyediakan fasilitas
sumber air bersih dan fasilitas umum lainnya.
"Kami harapkan Pemko
Langsa mendengar keluhan kami ini yang sangat membutuhkan sumber air bersih
serta fasilitas umum lainnya. sekarang kami sangat kesulitan, dan mudah2an
Pemko Langsa secepatnya mengatasi persoalan kami di kawasan relokasi ini,"
tandas Zulkifli.- (ZAL/RED).

0 komentar:
Post a Comment