BANYUWANGI
- Galih (14) seorang gadis asal Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan
Bangorejo mendadak terkenal karena mampu menangkap tuyul. Tak
tanggung-tanggung, tak cuma satu ia mengaku telah menangkap tujuh tuyul
sekaligus.
Galih mengaku, awal penangkapan makhluk halus yang
identik sebagai pencuri uang ini pada Rabu (4/1/2017) lalu sekitar pukul 21.30
WIB. Kala itu, dirinya mengetahui sepintas ada benda mencurigakan di sekitar
rumahnya. Lantaran penasaran gadis yang masih duduk di bangku SMP ini lalu
mendekatinya.
"Awalnya menghindar, tapi setelah saya kasih
mainan batu kecil dan diajak komunikasi kok nurut. Terus ada botol di belakang
rumah lalu saya tangkap," kata Galih saat di rumahnya, Sabtu (7/1/2017).
Anehnya, ia mengaku tak memiliki ilmu khusus saat
melakukan penangkapan tuyul tersebut. Bahkan, kata dia, kejadian itu hanyalah
sebuah ketidak-sengajaan belaka.
"Memang warga di sini sering kehilangan uang.
Mungkin ya karena tuyul ini," ungkapnya.
Setelah penangkapan tuyul pertama, malam itu Galih
juga mendapati enam tuyul lain yang berkeliaran di sekitar kediamannya.
Lagi-lagi dengan kemampuannya, ia kembali menangkap makhluk yang disebutnya
mirip kurcaci itu dan memasukannya ke botol kecil bekas minuman berenergi.
"Ya tak pancing keluar terus saya tangkap.
Tujuh tuyul itu, empat berjenis kelamin laki-laki dan tiga lainnya
perempuan," ungkapnya.
Sontak, kabar penangkapan tuyul ini membuat
gemuruh warga sekitar. Mereka terlihat berdatangan lantaran penasaran ingin
mengetahuinya secara langsung.
Sebagai obat rasa penasaran, warga juga tak
canggung memegang botol yang katanya digunakan untuk menyimpan tuyul itu.
Meskipun, tak jarang dari mereka yang mengaku tak percaya atas ulah yang
dilakukan anak tetangganya tersebut.
"Kalau secara kasat mata tak terlihat, namun
botol saat dipegang kayak bergerak," kata Jumiran, warga sekitar.
Kabar pun semakin meluas, warga nampak silih
berganti datang ke rumah gadis ini. Bahkan isu yang berkembang, tujuh tuyul
yang ditangkap tersebut merupakan milik tiga warga di derah ini.
(beritajatim)

0 komentar:
Post a Comment