ACEH
TIMUR – Warga Gampong Paya Tampah Kecamatan Birem Bayeun
Kabupaten Aceh Timur merasa kecewa pada saat menerima lembu (sapi) bantuan yang
dibeli dari dana ADD gampong tersebut.
Hal ini disampaikan salah
seorang warga Gampong Paya Tampah yang tidak ingin disebutkan namanya kepada
Atjehupdate.com, Selasa (3/1/2017), di Paya Tampah.
Kekecewaan warga tersebut
juga disampaikan Turino(45) Tuha peut Gampong Paya Tampah, ia mengatakan bahwa
Informasinya lembu bantuan ini di beli dengan harga 6.500.000 perekor, namun
jika kita lihat dengan kasat mata lembu kecil seperti ini paling harganya sekitar
4,5 juta rupiah perekornya.
“Ada 6 warga yang menerima
bantuan lembu di lingkungan perumahan PTPN I,” katanya.
Sedangkan Baharuddin
selaku Kepala Dusun juga mengatakan, sewaktu rapat perencanaan saya di undang, namun
pada saat pengadaan lembu saya tidak tahu lagi. Dalam rapat saat itu diputuskan
bahwa dana desa yang disalurkan untuk pembelian 12 ekor lembu sebesar Rp.100
juta , belum potong pajak. Sedangkan harga lembu yang di rencanakan perekornya
6,5 juta.
“Rencana awal lembu yang
akan di beli lembu sehat agar bisa kawin suntik, tapi yang datang lembunya ya
seperti ini (tidak sehat),” Ujarnya.
Sementara itu, Suprianto, Geuchik
Desa Paya Tampah saat dikomfirmasi Atjehupdate.com membantah jika lembu yang di
beli dibawah harga 6 juta perekornya.
"Setahu saya lembu
yang di beli sudah sesuai, jika tidak percaya silakan di crosscheck di pasar
hewan, ada tidak lembu induk harganya di bawah 6 juta?” katanya.
“Namun demikian, saya akan
tanyakan sama Direktur BUMG, karena dana untuk Program Pemberdayaan sebesar 120
juta semua dikelola oleh beliau,” imbuhnya.
Ia menambahkan, jika warga
tidak mau terima kondisi lembu seperti itu, kenapa pada saat pengambilan tidak
ada komplain? Seharusnya warga menolak lembu bantuan itu, bukan lapor sana
lapor sini. Karena saat serah terima lembu ada berita acaranya.
“Mengapa warga
menandatangani berita acara jika keberatan dengan kondisi lembu seperti itu?”
tanyanya.
“Namun, untuk rinciannya
Rustam yang lebih tahu, karena dia dibidang itu,” kilah Geuchik.
Untuk membuktikan pernyataan
Geuchik Paya Tampah, Atjehupdate.com menghubungi Direktur BUMG melalui telepon
seluler untuk mengkomfirmasi terkait masalah tersebut, namun telepon salulernya
tidak aktif.
Menurut imformasi masyarakat
yang berhasil dihimpun Atjehupdate.com, Rabu (4/1/2017), masyarakat Gampong
paya Tampah menginginkan ke transparan dan keadilan dalam pengelolahan dana ADD
tersebut, karena dinilai warga, pengelolaan dana ADD di Payah Tampah dikelola
oleh Geuchik dan Rustam tidak transparan.[Ad]

0 komentar:
Post a Comment