LANGSA - Ketua Tim Pansus
yang juga Ketua DPRK Langsa, Burhansyah didampingi Wakil Tim, Faisal didampingi
anggotanya, Pangian Widodo Siregar, Zulfian, Zulfikar, Widoyo dan Irwanto, menjelaskan, dalam peninjauan ke rumah
sakit selama 5 hari, kami mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen yakni
direktur, wakil direktur dan beberapa orang dokter serta petugas medis.
Pasca demo yang
dilakukan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, pada 29 November
2016 yang lalu ke DPR karena menganggap Direktur Syarbaini terlalu arogan serta otoriter. DPRK
Langsa membuat tim dan melakukan peninjauan ke rumah sakit milik pemerintah
tersebut.
Dimana dalam
peninjauan itu, selain mengadakan pertemuan, kami juga menanyakan langsung
kepada Kepala Ruangan Super VIP, Iskandar, terkait sikap arogansi dan otoriter
Direkur Syarbaini, dan dikatakannya, bahwa direktur tidak pernah marah-marah
dan arogan, direktur melaksanakan kerjanya secara berjenjang, artinya dimana
ada persoalan maka yang bersangkutan di panggil.
Faisal menjelaskan, bahwa
Iskandar mengatakan direktur pernah marah saat rapat rutin dan pada saat itu
yang ditekankan adalah terkait akreditasi rumah sakit yang sudah 3 tahun tidak
lulus, dan jika tidak lulus akreditasi maka rumah sakit tidak bisa lagi
melakukan kerjasama dengan BPJS, sementara saat ini pasien di RSUD Langsa 90
persen menggunakan BPJS.
"Target direktur,
rumah sakit harus lulus akreditasi tingkat paripurna, karenanya untuk mencapai
target tersebut. Menurut Faisal lagi, bahwa dalam hal ini direktur RSUD Langsa,
Syarbaini membuat kebijakan yang tegas," .
Kemudian, masalah
pintu jalur keluar masuk evakuasi yang ditutup, itu disebabkan sebagai salah satu syarat akreditasi dan bukan
kemauan direktur. Tapi tim juga meminta, bila memungkinkan bisa digunakan untuk
jalur keluar masuk evakuasi bila dalam keadaan darurat.
KSO Chatlab dengan
pihak ketiga yang dipersoalkan, hal ini membuat banyak keuntungan bagi rumah
sakit, seperti pelatihan perawat dan staf manajemen, dokter spesialis, jasa
dokter spesialis, perawat dan administrasi, rehab gedung, pengadaan alat,
promosi, BMHP, mantenance alat, gedung, listrik.jelas Faisal lebih lanjut.
"Karena semuanya
itu ditanggung oleh pihak ketiga dan yang paling penting adalah bagi hasil 30
persen ke rumah sakit dari pendapatan bersih, sehingga menambah PAD, dan dengan
adanya KSO ini maka RSUD Langsa bisa melayani semua pasien sakit jantung,
karena selama ini dokter jantung yang ada di rumah sakit hanya satu orang,dan
terkait tekhnisnya sudah sesuai dengan SOP," sambungnya lagi..
Begitupun juga dengan
KSO IT-SIMRS sambung Faisal, selama ini sistem informasi manajemen rumah sakit
yang sudah bertahun-tahun ada tapi tidak lengkap, sementara biaya perawatan
setiap tahun dianggarkan.
Sehingga dengan adanya
KSO IT-SIMRS ini, maka untuk melihat kamar rawat inap sudah bisa online, pasien
juga bisa melihat siapa dokter yang menangani serta bisa langsung melihat rekam
medis.
"Semua terkait
informasi manajemen rumah sakit bisa dilihat di aplikasi ini, sehingga bisa
lebih transparan lagi dan dapat mengurangi kebocoran tentang obat dan jasa
layanan medis yang lain," terangnya.
Masalah penerimaan
tenaga kontrak yang dinilai tidak transparan, dimana berdasarkan pengakuan
pihak manajemen, rumah sakit sudah membuat pengumuman dan mengutamakan bagi
yang sudah magang serta bhakti selama lima tahun dengan beberapa persyaratan
diantaranya harus ada Surat Tanda Register (STR) dan syarat lain.
Hal Ini juga ini yang
ditertibkan oleh direktur dan ini menjadi syarat akreditasi rumah sakit yang
sebelumnya syarat itu tidak ada. Kemudian ada lagi dibuka pengumuman tahap
kedua dan ditembuskan ke DPR, dengan mempertimbangkan yang sudah lama bekerja
di rumah sakit.
Tambah Fasial, terkait
jasa medis, jika sebelumnya dibayarkan melalui kepala bidang dan kepala
ruangan, sekarang uang jasa medis atau remon dibagi oleh unit remon
berdasarkan indikator dan penilaian yang diberikan oleh atasan langsung secara
berjenjang dan dananya langsung dikirim ke rekening masing-masing, tanda kader
Partai Hanura ini.
"IGD, dimana
sebelumnya satu shift satu dokter, sekarang manajemen membuat kebijakan satu
shift jadi dua orang, sehingga ada sebahagian dokter keberatan karena jam kerja
dokter bertambah sebelumnya bekerja 7 smpai 10 hari dan sekarang 17 sampai 20
hari," tutupnya.[RED]

0 komentar:
Post a Comment