ETIKA KAMPANYE

Rate this posting:
{[['']]}
Atjehupdate.com - Berbicara soal kampanye tidak lepas dari etika, maksud etika di sini adalah tentang hak dan kewajiban moralnya terhadap orang. 

Dalam konteks kampanye banyak kejadian demi meraih kekuasaan orang rela mengabaikan etikanya, baik itu segi perbuatan atau lisannya. Mungkin di karena kan silau nya aroma kekuasaan sehingga ia lupa siapa dirinya.

Tentang kampanye Imawan (1999) mendefinisikan suatu upaya persuasif untuk mengajak orang lain yang belum sepaham atau belum yakin pada ide-ide yang kita tawarkan agar mereka bersedia bergabung dan mendukungnya. 

Pengertian ini menunjukkan ajakan kita itu bersifat persuasif artinya membujuk orang lain dengan halus, di mana yang diutamakan adalah etikanya.

Terlebih pada konteks Aceh yang akan dihadapkan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017,  kampanye yang telah dimulai 28 oktober 2016 hingga 11 februari 2017 dan berdasarkan keputusan KPU nomor 123/Kpts/KPU/2016 tersebut, telah banyak timbul berita dan cerita situasi yang tidak simpatik.

Sebut saja kampanye di Susoh kab Abdya, mengancam kader yang diusung dari salah satu partai jika mereka tidak mendukung  partai yang diusungnya maka akan diberhentikan dengan tidak hormat (modus aceh, 9/1/17). 

Penyataan ini sangat dekat dengan aliran mazhab Materialisme dimana mereka selalu ditekankan segala sesuatu harus diperhitungkan untung ruginya artinya mengharap imbalan atas apa yang pernah diberikan kepada mereka (Syafii,2014).

Situasi paling parah oleh Tim Sukses (timses) yang saling menjatuhkan kandidat lain dengan pernyataan yang tidak realistis dan tidak masuk akal, menghujat dengan kata-kata yang tidak senonoh dan merusak alat kampanye kandidat lain mulai spanduk, baliho hingga mobil (lintas atjeh, 1/1/17).

Seharusnya kejadian ini tidak boleh terjadi, siapa pun yang didukung harus diterima dengan hati yang jernih  apalagi negeri kita negeri demokrasi yang bebas menentukan pilihannya.

Padahal dalam sebuah organisasi atau partai terdapat penasihat yang berfungsi memberi masukan dalam hal strategi dan langkah-langkah yang perlu diambil dalam mencapai tujuan. 

Dalam hal ini tugas penasihat yang paling utama adalah memberikan langkah-langkah atau masukan yang berkaitan dengan moral atau etika supaya tidak melakukan tindakan yang melanggar nilai-nilai Pancasila.

Dalam kampanye selain masalah diatas tersebut, spin docter atau publik relation politik yang digunakan oleh politisi untuk membangun image harus diperhatikan dengan semaksimal mungkin karena kebiasaan mereka selalu memberikan kesan negatif terhadap saingannya. 

Profesi mereka tidak cukup dilihat dengan kemampuan komunikasi, menggerakkan massa dan menguasai media namun juga memahami nilai-nilai pancasila lebih khusus tentang moralitas.

Faktanya kelebihan spin docter ini lebih kepada komunikasi, mereka memahami pengambilan, pengendalian, dan penetapan alokasi sumber-sumber daya komunikasi secara logis. Kendati demikian, banyak spin docter dikarenakan lidahnya berkeliaran secara jalang akhirnya orang lain dalam kondisi tidak tenteram. 

Mengutip perkataan Al-imam Asy-syafii dalam kitab Al-Adzkar “Apabila ingin berbicara  hendaklah berfikir dulu, bila jelas maslahatnya maka berbicaralah dan jika ragu maka janganlah berbicara hingga terlihat maslahatnya”.

Kembali dalam konteks Aceh, Demokrasi dalam pilkada 2017 ini sudah banyak timbul keributan sesama kita, penulis melihat hal tersebut kembali kepada etika, hati dan pikiran kita masih fakir akan nilai-nilai kebaikan. Maka tidak heran ketika orang  mengatakan Aceh adalah salah satu provinsi yang rawan dalam Pemilu. 

Ke depannya mari kita latih hati dan pikiran kita dengan kebaikan supaya hati dan pikiran kita menjadi kaya akan etika sehingga kejelekan yang dipikirkan orang tidak terulang lagi, apalagi negeri kita negeri syariat yang selalu mengajak dalam kebaikan dan kedamaian tanpa merusak persaudaraan.

Katakan pada semua orang “pilihan boleh berbeda tapi geutanyo tetap meusyedara” . [RED/Atjehupdate.com]

By. Jamri M. Syuib (Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh)


Share on Google Plus

About update atjeh

Atjehupdate.com - Media Tegas Berimbang

0 komentar:

Post a Comment