Atjehupdate.com, Banyak Anak Banyak Rezeki, kiranya
demikianlah ungkapan pepatah lama yang sangat akrab ditelinga kita, jargo ini
adalah sebagai sebuah spirit dan keyakinan bagi kita bahwa anak merupakan
sebuah amanah dari Allah yang patut kita syukuri.
Anak
atau keturunan juga merupakan salah satu kesempatan bagi orang tua untuk menguji diri sebagai imam keluarga yang
bijak, serta mapan dalam memenuhi kebutuhan lahir dan bathin bagi mereka.
Beberapa persoalan lain yang kompleks sebagai elemen penting dalam menjalankan
tanggung jawab sebagai orang tua juga patut diperhatikan.
Dalam
kaitan ini, ada beberapa metode pembelajaran yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansur,
sebagai salah satu acuan atau refrensi tetntang kiat dalam mendidik buah hati
kita.
-Banyak
Anak Banyak Rezeki
“Kalau
kita cuma berdua, rizkinya cuma buat berdua. Tapi kalau bertiga, maka rizkinya
buat bertiga. Jadi, jatahnya beda,” kata Ust. Yusuf Mansyur. “Namun ada
syaratnya: asalkan anaknya dikenalkan kepada Allah. Kalau enggak, gimana Allah
mau tambahin rizki kita?”
-Cara
Mengenalkan Anak kepada Allah
“Bukan
dengan menyuruh-nyuruh [mungkin maksudnya: ‘memaksa’ kali ya] anak salat. Kita
sediakan saja dulu perlengkapannya, seperti mukena. Enggak harus komplet, kasih
bagian kepalanya dulu. Nanti, kan, si anak tanya, ‘Mana roknya?’ Kalau dia
minta, kan, ada tanggung jawabnya untuk mau salat. Selain itu, ajak anak ke
pengajian. Jadi ditanamkan dari sekarang agar nanti besarnya enggak susah.”
-Mendidik
Disiplin secara Fleksibel
“Memang
anak perlu dididik untuk disiplin tapi bersikaplah fleksibel dalam menerapkan
aturan. Misalnya, ada jam-jam yang harus mereka taati seperti tidur, makan, dan
main. Kalau tidak disiplin, nanti anak jadi ngaco. Namun peraturan itu juga
harus bijak. Kalau ada sepupunya yang sedang main di rumah, bolehlah enggak
tidur siang, misalnya. Jadi fleksibel saja.”
-Mengajar
Konsep Sedekah kepada Anak
Di
sekolahnya, Ust Yusuf mengajarkan konsep sedekah dengan cara berbagi.
Contoh, ada 4 anak dan masing-masing diberi makanan; ada yang dapat pisang,
jeruk, apel, dan roti. Bila mereka makan sendiri-sendiri, maka mereka hanya
merasakan satu jenis buah yang dipunyai saja. Tapi kalau masing-masing diminta
membagi makanannya jadi 4 dan kemudian saling berbagi, maka masing-masing bisa
merasakan 4 jenis makanan yang berbeda. Kepada anak-anaknya pun, Ust.Yusuf
mengajarkan hal yang sama.
-Pengawasan
dan Doa
Untuk
membekali diri anak agar terhindar dari pengaruh lingkungan buruk sebetulnya
standar saja, yaitu pengawasan orangtua dan doa. Lakukan persiapannya sejak
anak masih di kandungan, dengan sering mengajaknya bicara. “Saya suka nyiumin
perut istri dan saya bilang sama anak saya, kamu nanti kalau keluar jangan
nyusahin, ya. Pokoknya, saya ngomong apa ajalah soal kehidupan. Lalu, kita
bacakan dia Quran dan kita banyak mendoakan supaya jadi anak yang baik. Karena
doa itu memainkan peranan penting. Nabi Ibrahim saja masih berdoa supaya
anaknya jadi anak yang rajin salat.”
-Tiga
Kunci Agar Anak Selamat
Pertama,
orangtua harus memberikan rezeki yang aman dan halal buat anaknya. “Jika tidak
halal, maka di-protect kayak bagaimana pun, anak bisa enggak selamat. Sebab,
jika rizki yang diberikan sudah halal, Insya Allah, Allah akan melibatkan
diri-Nya untuk melindungi anak kita.”
Kedua,
anak perlu uswatun khasanah, yaitu contoh dan teladan yang baik dari kedua
orangtuanya. Jika anak tidak punya contoh yang baik, misal, ayah-ibu sering
bertengkar, bagaimana mau memberitahu si anak? Seperti apa pun orangtua
memberitahu anak, sampai budek pun si anak enggak mau dengarkan orangtua.
Ketiga,
doa. Libatkan selalu Allah dalam setiap tahapan mendidik anak. Kita sebagai
manusia janganlah sombong. Kala anak pamit keluar rumah, contohnya, kita
sebagai orangtua tidak bisa tahu dan melihat apa yang anak lakukan di luar
rumah. Tapi Allah Maha Melihat dan Tahu.
Maka itu, kita berdoa menitipkan anak
kita pada Allah dengan memohonkan keselamatannya. Jika kita berdoa, masa Allah
tidak akan melindungi? Iya, kan!.[tabnakita/Red]

0 komentar:
Post a Comment