LANGSA - Tragedi penembakan brutal dan sadis
terhadap dua waga Dusun Simpang Tiga Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron
Kabupaten Aceh Timur, membuat sejumlah komponen sosial masyarakat di provinsi Aceh
angkat bicara serta mengecam dan mengutuk pelaku aksi keji tersebut.
"Biadab dan tidak ada rasa perikemanusiaan
sedikitpun pelaku penembakan warga petani itu. Pelaku pantas disebut
binatang bukan manusia," kata Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah geram,Minggu(5/3).
Pihaknya meminta jajaran aparat keamanan di
Aceh Timur segera memburu dan menangkap pelaku guna mempertanggung jawabkan
perbuatan sadisnya.
Kepada masyarakat Peunaroen dan sekitarnya dIhimbau
untuk membaca surah yasin bersama-sama yang dilaksanakan di surau, meunasah dan
mesjid serta bermohon dan meminta kepada Allah SWT agar pelaku segera ditangkap
oleh pihak yang berwajib.
"Saya menghimbau kepada warga masyarakat
peunaron khususnya. Serta seluruh masyarakat Aceh umumnya, untuk membaca surah
yasin bersama-sama di meunasah serta mesjid-mesjid dan memohon kepada Alah SWT agar
pelaku segera dapat ditangkap oleh pihak penegak hukum dan mendapat balasan
yang setimpal," pintanya.
Sayed juga mengaskan, bahwa kejadian tersebut
merupakan tindakan kriminal yang keji sebagai sebuah upaya untuk merusak perdamaian
di Aceh paska pilkada.
“Ada pihak yang tidak terpuaskan nafsu syahwat binatangnya, hingga tega mengorbankan warga sipil yang tidak berdosa, mereka adalah musuh kita (red: masyarakat Aceh) bersama," ucap Sayed.[Jagad]

0 komentar:
Post a Comment