SATU SUARA - SATU PERUBAHAN

Rate this posting:
{[['']]}
Ada satu pertanyaan yang sering muncul di benak mahasiswa dan pemilih pemula: Mengapa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) itu penting untuk kami.
Sayangnya seringkali tidak ada jawaban yang memuaskan untuk itu.

Dalam bingkai ketatanegaraan,  kita tahu bahwa pilkada salah satu instrumen politik ketatanegaraan kita. Melalui Pilkada kita memilih pemimpin.
Pemimpin yang yang terpilih adalah putra terbaik bangsa, yang padanya kita titipkan harapan dan perubahan nasip rakyat untuk lima tahun ke depan.
Karen itulah peran dan partisipasi kita semua menjadi penting.

Sering kita temukan sikap apatisme rakyat pada pilkada. Mereka berasumsi bahwa siapapun pemimpin tetap saja tidak berdampak pada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan yang dia jalani saat ini.

Secara kasat mata, apatisme itu beralasan karena seringkali pemimpin terpilih adalah juga pemimpin yang tidak punya keberpihakan pada rakyat, selain kepada golongannya sendiri. Maka wajar bila rakyat pesimis.

Namun pesimisme berkepanjangan jelas bukan solusi untuk perubahan nasib bangsa, alam diri kita –khususnya dari kalangan mahasiswa mesti ada optimisme dan menularkan optimisme itu kepada orang lain.

Ingat, hasil pilkada bergantung pada kuantitas suara yang diperolehnya. Satu suara akan sangat mempengaruhi hasil tentang siapa yang terpilih menjadi pemandu nasip kita ke depan.

Karena itu jangan sampai ada yang sudah memiliki hak pilih namun tidak menggunakannya karena alasan-alasan tehnis dan non-tehnis, seperti belum terdaftar atau tidak memiliki KTP elektronik. Konon lagi pilkada kali ini hanya berlangsung satu putaran saja sehingga satu suara saja sangat menentukan siapa nantinya yang akan memimpin.

Undang-Undang Nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada, menekankan bahwa agenda demokrasi ini berlangsung setiap 5 tahun, dan kini siklus lima tahunan itu sudah diambang mata. atjehupdate.com

Tepatnya pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang Aceh akan secara serentak di 20 Kabupaten/Kota dan Propinsi, akan memilih para kepala daerah yang baru. Tidak heran bila saat ini para kandidat jor-joran dalam melakukan kampanye menggunakan segala media seperti spanduk, baliho, pin, slayer, hingga ke produk-produk makanan dan minuman. 

Sungguh sebuah kreativitas yang bertujuan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat.
Di era digital ini, peranan media juga strategis bagi mendongkrak popularitas diri. Media bisa membantu masyarakat untuk mengetahui secara spesifik dan mendalam tentang masing-masing pasangan calon termasuk visi-misi dan rencana progarm kepemimpinannya.

Seperti tesis Jarum Suntik, segala yang ditayangkan oleh media akan mempengaruhi pola fikir setiap individu (R’Dye, 2010). Teori tersebut menekankan bawah media mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap orang-orang berdasarkan apa yang ditampilkan atau dipaparkan oleh media.

Kembali ke soal perubahan politik di Aceh, setiap kita terkena pasal dan kewajiban untuk mengontrol proses perubahan. Sudah dua periode pemerintahan berjalan, kita belum menemukan adanya perubahan yang signifikan di Aceh dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar.

Namun kita harus tetap optimis dengan senantiasa berharap bahwa dalam Pilkada kali kita akan menemukan pemimpin yang cakap dan amanah, bukan pemimpin yang terpilih karena hasil intimidasi, menebar kebencian dan permusuhan, showoff seragam-seragam satgas, menebar janji-janji palsu yang menyesatkan.

Ayo Memilih dengan Hati. [RED] Atjehupdate.com

By. Ika Nazira (Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP UIN Ar-Raniry, Banda Aceh)
         


Share on Google Plus

About update atjeh

Atjehupdate.com - Media Tegas Berimbang

0 komentar:

Post a Comment